<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>DUNIA DEKAT &#187; dunia atas</title>
	<atom:link href="http://duniadekat.wordpress.com/category/dunia-atas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://duniadekat.wordpress.com</link>
	<description>tentang sesuatu yang terlepas dari kita, tentang sesuatu yang melekat pada kita, tentang dunia yang terkadang menjadikan kita kesulitan untuk menempatkan diri</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 May 2007 11:19:17 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='duniadekat.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/3ef9537fdb012f73372facddaf2a8810?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>DUNIA DEKAT &#187; dunia atas</title>
		<link>http://duniadekat.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://duniadekat.wordpress.com/osd.xml" title="DUNIA DEKAT" />
		<item>
		<title>Cerita Tentang Bunga bukan Citra Lestari</title>
		<link>http://duniadekat.wordpress.com/2007/04/23/cerita-tentang-bunga-bukan-citra-lestari/</link>
		<comments>http://duniadekat.wordpress.com/2007/04/23/cerita-tentang-bunga-bukan-citra-lestari/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Apr 2007 02:13:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>umarbakri</dc:creator>
				<category><![CDATA[dunia atas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniadekat.wordpress.com/2007/04/23/cerita-tentang-bunga-bukan-citra-lestari/</guid>
		<description><![CDATA[aku menerima kabar dari langit, malaikat sedang bekerja keras mencatat doa-doa para lelaki muda. Ini mengejutkan para malaikat, karena tidak biasanya banyak lelaki muda berdoa, mereka biasanya lebih banyak bekerja. Ini juga mengherankan para malaikat, karena doa yang diucapkan hampir semuanya sama. Yang pertama doa agar tidak mendapatkan mertua seperti emak (bajaj bajuri), dan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniadekat.wordpress.com&blog=1014237&post=6&subd=duniadekat&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>aku menerima kabar dari langit, malaikat sedang bekerja keras mencatat doa-doa para lelaki muda. Ini mengejutkan para malaikat, karena tidak biasanya banyak lelaki muda berdoa, mereka biasanya lebih banyak bekerja. Ini juga mengherankan para malaikat, karena doa yang diucapkan hampir semuanya sama. Yang pertama doa agar tidak mendapatkan mertua seperti emak (bajaj bajuri), dan yang kedua doa agar tidak mendapatkan istri se oon oneng. Para malaikat bingung dan kemudian memutuskan untuk menyuruh acara tersebut diakhiri. kemudian dirancanglah sebuah skenario untuk menghentikan acara tersebut.<span id="more-6"></span><br />
kabar ini kuterima pada pukul satu malam, dari malaikat yang tidak menyebutkan identitasnya. Ketika kutanyakan &#8216;apakah dalam mengambil keputusan itu mereka konsultasi dulu dengan tuhan&#8217; mereka menjawab &#8216;Tuhan sedang enggan karena banyak manusia telah lupa, berlagak lupa dan berpura-pura&#8217;</p>
<p>kemudian kutanyakan lagi &#8216;bukankah malaikat tidak punya hak untuk memutuskan sesuatu&#8217; Mereka menjawab &#8216;itu dulu, kini kami telah memiliki hak itu, kami demo dan kemudian hak itu kami dapatkan, hak itu kami dapat dengan perjuangan&#8217; Aku bertanya lagi &#8216;kalo gitu Tuhan plin plan dong&#8217; &#8216;TIDAK&#8217; jawab mereka dengan marah &#8220;Tuhan tidak pernah plin-plan, Tuhan itu menghargai perjuangan, Tuhan itu senang dengan orang yang mau bangun malam&#8221; Kemudian mereka menarik kerah bajuku dan mengancam &#8220;sekali lagi kamu bilang Tuhan plin-plan, akan kucabut nyawamu dan kusiksa kamu dialam kubur hingga akhir jaman&#8221; Aku terkejut dan bangun kemudian mengambil air wudhu dan mohon ampun karena telah menganggap Tuhan plin-plan dan sedang mengajakku bermain-main dengan nasib.<br />
Secara tak sengaja aku terlelap dan mendengar lagi kabar dari langit. Kali ini aku berbicara dengan ibuku, ia mengajariku banyak hal, ia berbicara tentang kehidupan, bercerita tentang bapak, katanya sekarang ia lebih lunak, lebih berkompromi bahkan katanya bapak kini lebih romantis. Aku tersenyum dan kukatakan aku nggak percaya jika bapak bisa romantis, lunak apalagi kompromi. Ibu menjawab hanya dengan tersenyum. Aku tahu ia bahagia disana dan kuharap memang demikian, aku akan selalu kirim doa untuk kalian.</p>
<p>Kudengar lagi kabar dari langit. Kali ini tentang dua malaikat . Malaikat pencatat amal baik dan amal buruk. Seperti biasanya pada malam minggu hanya malaikat pencatat amal buruk yang lebih banyak bekerja, mencatat dosa-dosa. Dan hanya malaikat yang satunya yang banyak memberiku kabar, masih tentang cinta dan bagaimana menjalani kehidupan.<br />
Katanya cinta memang menjadikan kita sangat tidak rasional, tidak dewasa dan kekanak-kanakan. Cinta memang tidak akan membuat kita menjadi dewasa. Kita memang tidak harus selalu menjadi sosok yang dewasa, karena kedewasaan terkadang tidak indah. Saat terindah adalah saat kita menjadi anak-anak. Jadi tidak perlu dewasa untuk jatuh cinta, ikuti saja kata hati ketika sedang jatuh cinta. Katakan suka jika suka, jangan terus dikejar jika perasaan kita tidak berbalas. Jika itu kita lakukan, kita akan menjadi sosok yang menyebalkan, mungkin juga orang yang kita sukai akan memandang kita seperti virus yang harus dijauhi.<br />
Kemudian malaikat yang satunya membentak kami, karena berbicara terlalu jauh. Dan ia juga mengingatkan malaikat pencatat amal baik untuk bekerja. Ada dua anak manusia yang berkomitmen. Komitmen adalah sebuah niat yang baik. Jika komitmen itu dijalankan ia akan menjadi amal yang baik. Komitmen adalah sesuatu yang mahal, sesuatu yang langkah, sesuatu yang sering hanya menjadi pembungkus kepura-puraan.<br />
Setelah itu kami bercerita lagi. Kali ini ia mengatakan kepadaku untuk menjadi laki-laki yang tak takut menyeberangi lautan, berani memecahkan batu yang diam dan kalau bisa mengenggam dunia. Ya, mengenggam dunia. Bukan serakah atau tamak jika niat kita untuk memperbaiki keadaan. Bukan untuk mengumpulkan kekayaan.<br />
Ia terus mengajariku tentang idealisme, tentang cita-cita, tentang tugas manusia dimuka bumi. Terkadang aku bosan mendengarnya, tetapi ia terus berbicara. Ia baru berhenti ketika kukatakan aku ingin ibuku kembali. Ia marah dan memaksaku berdiri. Ia membawaku terbang, ketempat yang indah, sepertinya ini surga. Ia menunjuk tempat itu dan mengatakan &#8220;apakah kamu tega mengeluarkan ibumu dari tempat itu dan membawa kembali ke dunia yang dipenuhi manusia-manusia serakah. Apakah kamu tega membiarkan ibumu mendengar berita-berita busuk dari mulut-mulut yang banyak bicara. Apakah kamu tega membiarkan ibumu bergaul dengan orang-orang yang setiap hari pekerjaannya hanya bergunjing&#8221; Aku diam saja, dan kemudian ia membawaku pergi dari tempat itu.<br />
Aku kembali mengatakan padanya bahwa aku rindu ibuku. Ia menampar pipiku. Aku masih berteriak memanggil ibuku. Kemudian ia berubah wujud menyerupai bapakku. Aku diam. Ia berkata &#8220;jadilah laki-laki, taklukkan dunia, kejarlah mimpimu. Jika niat kamu mulia, semua yang kamu lakukan akan menjadi ibadah&#8221; Kemudian ia menghilang. Tinggalah aku dilangit sendirian, memandangi lampu jalan, menyusuri petak demi petak yang menyimpan harapan. Ketemui beberapa perempuan, kutatap matanya, kuberharap ada mata ibuku disana. Setiap sudut kudatangi, setiap petak kukelilingi, kumasuki setiap kamar perempuan, kupaksa mereka membuka mata. Tidak ada mata yang seperti mata ibuku, mata mereka tidak ada yang membuatku nyaman. Aku ingin mata seperti mata ibuku, mata yang membuatku kembali seperti anak-anak, mata yang membuatku nyaman meski tak banyak berkata-kata. Dimana mata itu.<br />
Aku masih melayang dilangit, sesekali memanggil nama ibuku. Aku bertemu dengan malaikat israil, sang pencabut nyawa, ia sibuk sekali, karena setiap detik ada kematian. tidak ada yang bisa menghindar, tak seorangpun yang sanggup menahan, ia membawa kantung berisi roh-roh yang telah dicabut nyawanya dan tongkat kecil untuk menarik nyawa dari raga. Ia sangat tampan, sama ssekali tidak menyeramkan seperti yang kita takutkan. Ia sangat disiplin dan tak pernah lupa. Suatu saat dia akan menjumpai kita, mungkin malam ini, besok pagi, lusa atau dilain hari, dengan cara yang sama sekali tidak kita duga dia pasti datang, dan kita tidak pernah bisa menahannya meski hanya sebentar.<br />
Aku masih melayang dilangit, masih sesekali memanggil nama ibuku. Aku tidak lagi bertemu dengan malaikat. Aku masih melayang dilangit, memanggil nama ibuku&#8230;</p>
<p>kembali aku menrima kabar dari langit. kali ini tentang bunga-bunga. Tuhan memintaku untuk mencintai bunga-bunga, yang harum baunya dan sedap di pandang mata. Bunga-bunga adalah harta dunia, darinya warna-warna lahir, darinya keindahan memiliki alasan untuk dinikmati. Karena bunga, dunia ini masih bertahan, menjadi tempat yang paling menyenangkan dan hampir semua orang enggan untuk meninggalkan dunia, karena memang dipenuhi bunga-bunga.<br />
Bunga-bunga harus dijaga, jangan dibiarkan layu, jangan biarkan kelopaknya jatuh, jangan biarkan mahkotanya meluruh karena bunga adalah harta dunia. Biar ia tumbuh dan merasa aman, biarkan ia menjadi warna yang terus memberi kita keindahan.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/duniadekat.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/duniadekat.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniadekat.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniadekat.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniadekat.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniadekat.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniadekat.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniadekat.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniadekat.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniadekat.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniadekat.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniadekat.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniadekat.wordpress.com&blog=1014237&post=6&subd=duniadekat&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniadekat.wordpress.com/2007/04/23/cerita-tentang-bunga-bukan-citra-lestari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a08a7d9f9dbcc901d7b65e714bb5f08e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">umarbakri</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>